TENTANG PERUSAHAAN
Pemuda Express adalah layanan ojek online berbasis WhatsApp yang didirikan di Bandung pada tanggal 8 Agustus 2020 oleh Abdulah Abdurahman Nuralim yang dimulai dari diskusi ekonomi islam di sebuah kajian rutin bersama Pemuda Persatuan Islam di jamaah Cipaku yang terletak di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Beberapa tokoh penting dalam perkembangan Pemuda Express antara lain: Abdulah Abdurahman Nuralim, Kristian Maulana, Agung Sidiq Purnama, Fitri Nurjanah, Helmi Febriansyah Ramdani, Azmi Tsulis Nurazizah, Den Yanto, Riani Nuranjani, dan Abdil Dzilzalal Nur Mustajir. Pemuda Express terlahir dari sebuah keresahan tentang banyaknya pengangguran dan turunnya omset pedagang-pedagang kecil akibat adanya pandemi Covid-19 yang terjadi pada saat itu sehingga membuat Abdulah Abdurahman Nuralim, yang sampai saat ini menjadi CEO dari Pemuda Express tergerak untuk menciptakan sebuah perusaahaan yang dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut dengan menciptakan lapangan kerja baru bagi driver dan mencoba membantu para pedagang kecil untuk meningkatkan omsetnya dengan ikut mempromosikan dan membantu mengantarkan orderannya. Pemuda Express juga merupakan perusahaan rintisan yang direncanakan untuk dikembangkan menjadi sebuah layanan berbasis Artificial Intelligence dengan konsep super service, tetapi tetap bernuasna humanis yang dibuat dari hasil operasional WhatsApp dan lapangan pada fase awal berdirinya Pemuda Express.
CEO Pemuda Express
Perusahaan dengan tagline "Siap Menemani Perjalanan Anda" karena kami hadir dari inovasi hasil pencarian solusi dari berbagai masalah yang hadir di masyarakat dengan nuansa dakwah islami yang mewujudkan sebuah kepercayaan dari berbagai segmen mitra bisnis maupun masyarakat secara umum. Hal tersebut menghasilkan sebuah komitmen didalam perusahaan kami untuk senantiasa melayani sepenuh hati dengan menciptakan sistem perputaran bisnis yang saling menguntungkan tanpa adanya kecurangan dari setiap siapa saja yang bertransaksi atau berkolaborasi. Pemuda Express diharapkan dapat menjadi wadah kerja sama bisnis antara UMKM, driver, perusahaan-perusahaan jasa, dan seluruh elemen masyarakat dengan layanan yang simpel dan bisa digunakan oleh semua kalangan menggunakan teknologi yang berdaya guna dan tepat guna sehingga dapat menciptakan kebudayaan baru dalam bertransaksi dalam setiap kebutuhan masyarakat.


